HOLY GITA COMES TO BALI, INDONESIA

The Bhagavad Gita for the beginners and children by International Gita 
Society is now available in Indonesian language. This work was translated by Luh Resiki of Bali for the benefit of Hindu adults and children in Indonesia. It’s now available from: luhresiki@yahoo.com in a book form.

We are giving a glimpse of Luh’s painstaking work below. Please support her work by buying a paperback copy from her from Bali or get a PDF version also from her at a price anybody can afford. The price you pay shows you are serious about the study of the Holy Gita.

Pengalih bahasa: Luh Resiki
Penyunting: Anindita W & W. Suastana
Design:
Edisi Pertama, 2010

Hak cipta terjemahan Bahasa Indonesia:
Luh Resiki

Phone (62) 361 772 746
luhresiki@yahoo.com

BAB 3
KARMA-YOGA, JALAN TUGAS (PELAYANAN TANPA PAMRIH)

Jai: Mengapa kita harus mengendalikan keinginan kita, nek?

Nenek: Bila engkau memilih jalan yang salah (untuk mengejar kenikmatan), engkau harus menerima akibatnya. Itu sebabnya pekerjaan harus dilakukan untuk kesejahteraan semua dan bukan hanya untuk memuaskan keinginanmu atau untuk keuntungan pribadi. Seorang yang melakukan praktek KarmaYoga disebut KarmaYogi. Seorang KarmaYogi menemukan cara yang tepat untuk melayani dan menjadikan karyanya sebagai pemujaan. Dalam KarmaYoga, tidak ada pekerjaan yang lebih penting atau kurang penting daripada pekerjaan lain.

Jai: Paman Hari meninggalkan keluarga dan rumahnya dan pergi ke sebuah Ashram tahun lalu untuk mencari Tuhan. Apakah kita harus meninggalkan rumah untuk mencari Tuhan?

Nenek: Tidak. Dalam Gita, Krishna telah memberi kita jalan untuk menyadari adanya Tuhan. Jalan yang engkau pilih tergantung pada sifatmu. Secara umum, ada dua jenis orang di dunia: tipe pendiam (serius, introvert) dan tipe aktif. Untuk orang introvert seperti Paman Hari, jalan kesadaran rohani adalah yang terbaik. Pengikut jalan ini pergi ke guru spiritual atau seorang guru di mana mereka belajar kitab suci Veda di bawah bimbingan yang tepat. Di jalan ini, kita belajar siapa diri kita dan bagaimana kita dapat menjalani hidup bahagia dan damai.

Jai: Apakah kita harus membaca semua kitab suci untuk memahami dan menyadari Tuhan?
Nenek: Ada banyak kitab suci dalam agama kita, seperti 4 Veda, 108 Upanishad, 18 Purāna, Rāmāyana, Mahābhārata, berbagai Sutra dan banyak lainnya. Membaca semua sulit bagi kita. Krishna telah memberi kita semua yang perlu kita ketahui tentang Tuhan dalam Gita. Gita mengandung esensi dari semua Veda dan Upanishad untuk jaman modern ini.

Jai: Paman Puri adalah seorang petani dan tidak memiliki minat dalam mempelajari Gita. Dia mengatakan Gita sulit dan tidak untuk orang-orang biasa seperti dia. Jadi bagaimana Paman Puri bisa menyadari Tuhan?

Nenek: Paman Puri harus mengikuti jalan kedua, jalan KarmaYoga yang dijelaskan dalam Gita, pada bab ini. Ini adalah jalan tugas atau pelayanan tanpa pamrih. Jalan ini lebih baik bagi kebanyakan orang yang bekerja keras untuk mendukung keluarga dan tidak punya waktu atau minat untuk membaca kitab suci. Pengikut jalan ini tidak harus meninggalkan pekerjaan dan pergi ke sebuah Ashram. Mereka memasrahkan hasilnya dan melakukan pekerjaan untuk kebaikan masyarakat, bukan hanya untuk diri mereka sendiri.

Jai: Tetapi orang-orang akan bekerja lebih keras jika mereka mempunyai keinginan pribadi, bukankah begitu, nek?

Nenek: Memang benar orang akan menghasilkan lebih banyak jika mereka bekerja untuk memenuhi keinginan pribadi, tetapi mereka tidak akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang permanen. Hanya mereka yang melakukan tugas tanpa pamrih untuk kebaikan semua orang akan menemukan kedamaian dan kepuasan sejati.

Jai: Jika orang tidak bekerja untuk keuntungan pribadi, apakah mereka masih melakukan yang terbaik dan tidak menjadi malas?

Nenek: KarmaYogi sejati bekerja keras bahkan tanpa keuntungan pribadi. Hanya orang yang bodoh bekerja hanya untuk keuntungan pribadi. Dunia bisa berjalan lancar karena orang-orang melakukan tugas mereka. Orangtua bekerja keras untuk mendukung keluarga mereka, dan anak-anak melakukan bagian mereka. Tak seorang pun dapat tetap tidak aktif atau diam sepanjang waktu. Kebanyakan orang terlibat dalam beberapa kegiatan dan melakukan apa yang mereka bisa. Brahmā, sang pencipta, memberikan pelajaran pertama kepada manusia ketika berkata: Biarlah semua orang maju dan sejahtera dengan membantu sesama dan dengan melakukan tugasmu dengan benar. (Gita 3.10-11)

Jai: Apa yang terjadi jika orang bekerja keras hanya untuk keuntungan mereka sendiri?
Nenek: Mereka melakukan dosa, Jai. Suatu kesalahan jika melakukan tindakan secara egois tanpa mempertimbangkan efeknya pada orang lain. Krishna menyebut orang seperti itu pencuri, tidak berguna, dan berdosa. (Gita 3.12-13) Kita tidak boleh bekerja hanya untuk diri kita sendiri. Kita harus membantu dan melayani satu sama lain.

Jai: Apa keuntungan seseorang yang mengikuti ajaran Tuhan Brahmā dan bekerja untuk kebaikan masyarakat?

Nenek: Orang seperti itu mencapai kedamaian dan kesuksesan dalam hidup ini, mencapai Tuhan setelah mati dan tidak lahir lagi di dunia ini.

Berikut ini adalah kisah modern bagaimana pelayanan tanpa pamrih, dibahas dalam Bab 3, bisa terjadi secara ajaib dalam hidup.
3. Sir Alexander Fleming

Tersebutlah seorang petani Skotlandia yang miskin. Suatu hari, sewaktu sedang bekerja untuk menghidupi keluarganya, ia mendengar teriakan minta tolong yang berasal dari rawa terdekat. Dia melemparkan alatnya dan berlari ke rawa. Di sana, dilihatnya seorang anak laki-laki ketakutan, tenggelam sampai ke pinggang di rawa, berteriak-teriak dan berjuang untuk membebaskan dirinya. Petani Fleming menyelamatkan anak itu dari kemungkinan mati tenggelam secara perlahan dan menakutkan.

Keesokan harinya, sebuah kereta mewah berhenti di ………

Read more at: http://www.gita-society.com/gita-indonesia.htm

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *